Selasa, 15 September 2015

Penanganan hama tanaman cabe

Hama lebih sulit dibasmi daripada gulma terutama setelah dikenal teknik budidaya cabe dengan mulsa. Hama bisa disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan serangga. Pengendalian hama pada tanama cabe harus didasarkan pada penyebabnya agar lebih efektif dan cepat. Sebelumnya kita telah membahas beberapa penyakit cabe lihat di sini. Berikut dibawah ini cara pengendalian hama.

Pengendalian hama ulat
Salah satu jenis paling sering kita temukan pada tanaman cabe adalah ulat gayak, nantinya akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Awalnya kupu-kupu higgap di pohon cabe dan bertelur di sana, biasanya telur ini ada di daun. Untuk mengenali larva ulat gayak ini kita perlu memperhatikan secara seksama, ukurannya kecil dan memiliki bintik segitiga hitam dengan garis-garis kuning di sisinya. Siklus hidupnya: telur – larva – ulat gayak – kepompong – kupu-kupu. Pada masa menjadi ulat inilah masa yang merugika petani karena jumlahnya sangat banyak dan memakan daun-daun cabe.

Pengendalian hama ulat gayak ini dapat dilakukan sejak dinis secara manual membuang telur-telur ulat, hal ini dapat kita lakukan saat pemupukan/ menyiangi tanaman dengan memperhatikan dedaunan secara seksama, terkadang telur-telur tersebut juga terdapat di daun rerumputan sekitar tanaman cabe. Cara paling praktis tentu saja dengan peyemprotan insektisida.

Hama kutu daun
Setiap petani cabe pasti tidak asing denga hama yang satu ini karena sering ditemukan di setiap periode tanam. Hama ini akan menghisap cairan yang ada pada pucuk-pucuk daun higga cabe menjadi kerdil. Kotoran dari hama ini terasa manis sangat mengundang semut. Serangan hama kutu daun pada tanaman cabe muda dapat menyebabkan budidaya gagal total, untungnya saat ini sudah banyak varian obat tanaman yang dapat digunakan untuk membasmi kutu daun.

Pengendalian paling efektif adalah dengan penyemprotan insektisida khusus untuk membasmi kutu daun. Pencegahan/ mengurangi daya serang dapat dilakuka denga menanam jagung di sekitar kebun cabe. Jagung dapat berguna sebagai tanaman perangkap untuk menghidari serangan kutu daun pada tanaman cabe muda.

Lalat buah
Semua buah yang telah dihinggapi lalat ini biasanya akan rontok, pada kondisi sangat serangan yang parah dapat menyebabkan gagal panen pada budidaya tanama cabe dan buah. Lalat buah menyerang semua tanaman buah, sehingga sulit dikendalikan di area pertanian daerah konsentrasi buah-buahan. Kemampuannya terbang pada jarak yang cukup jauh juga mengakibatka penularan secara meluas antar tanaman.

Pengendalian, sebenarnya samapai saat ini belum ada cara yang sangat efektif untuk membasmi hama lalat buah ini. Sebagian petani memasang perangkap lalat, tapi malah perangkaptersebut dapat mengundang lalat buah dari tempat yang cukup jauh sekalipun. Cara pengendalian paling efektif adalah denga menanam jenis tanaman bergantian. Penyemprotan insektisida juga kurang efektif untuk mengatasi hama ini karena lalat buah terbang dengan sangat aktif.

Pengendalian hama tungau dan trips dapat dilakukan denga penyemprotan insektisida yang tepat. Penulis sengaja tidak menuliskan merek karena di pasaran sangat banyak merek yang bisa digunakan untuk membasmi hama ini. Keduanya dapat menyebabkan tingkat produksi rendah pada tanaman cabai. Tugau umumnya juga menyebabkan keriting pada daun cabe.

tanaman cabe sehat tanpa hama

Dan masih banyak sekali jenis hama tanaman cabe yang ada di lapangan, inti dari teknik pengendalian adalah mengenali jenis penyebab penyakit dan menggunakan obat yang tepat. Jika diakibatkan oleh serangga gunakan insektisida, oleh jamur gunakan fungisida, membasmi gulma gunkan herbisida.

Senin, 07 September 2015

Jenis-Jenis Hama Tanaman Cabe

Mengenali jenis hama tanaman cabai dapat mengefisienkan penanganan tanaman tersebut ketika terserang hama atau penyakit. Petani sering salah mengidentifikasi jenis penyakit tanaman sehingga penanganannya lambat bahkan mengalami kegagalan. Dalam menangani hama tanaman khususnya cabai kita perlu mengenali penyebab penyakit tersebut, apakah disebabkan oleh serangga, virus, bakteri atau jamur. Berikut ini beberapa nama hama penyakit tanaman cabe yang umum di lapangan:

1. Hama penyakit lalat buah.
lalat buah menyerang cabe dalam potSebenarnya hama lalat buah ini tidak hanya menyerang cabe, sering juga ditemukan pada tanaman tomat, jeruk, mentimun dan lain sebagainya. Lalat buah sangat merugikan pada tanaman cabai, biasanya buah yang diinfeksi oleh hama ini akan rontok. Sangat sulit membebaskan lahan pertanian dari hama ini karena sumber-sumber penyebarannya sangat banyak, selain itu lalat buah mampu terbang jauh dari satu pertanian ke pertanian lain. Telur kepompong lalat buah dapat bertahan lama di dalam tanah, sehingga ketika saat tanam kembali kepompong tersebut tumbuh menjadi lalat baru.

Banyak teknik pengendalian yang dilakukan petani di lapangan, salah satunya adalah dengan lem perangkap lalat (banyak diterapkan di tanaman jeruk). Sebagian petani mengatakan bahwa teknik ini kurang tepat bahkan dapat membahayakan area pertanian, sebab lem tersebut secara sengaja mengundang lalat untuk mendekat. Sampai saat ini belum ada insektisida yang benar-benar ampuh menangani masalah lalat buah pada cabe.

2. Hama trips pada cabe.
hama trips
Biasanya hama ini banyak ditemukan ketika musim kemarau, sangat mudah menyebar. Trips mengakibatkan tanaman cabe menjadi kerdil dan kadang keriting pada daun. Ciri tanaman cabe yang terserang trips; terdapat bercak kuning kecokatan, adanya garis-garis putih pada daun. Hama ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lading dari rumput liar, penggunaan mulsa juga efektif mencegah serangan trips. Untuk pengendalian dapat menggunakan pestisida khusus untuk membasimi hama trips.

3. Hama kutu daun
Cabe dalam pot juga banyak diserang oleh kutu daun ini, awalnya saya juga heran mengapa cabe di halaman rumah bisa diserang kutu daun. Ternyata kutu daun ini tidak hanya hidup di daun cabe saja, mereka juga senang di tanaman bunga-bungaan. Mengenalinya sangat mudah, bila di pot taanaman cabe sering terlihat banyak semut, bisa dipastikan di tanaman pot tersebut ada kutu daun. Kotoran dari hama kecil-kecil ini manis sehingga dapat mengundang banyak semut.

Cabe yang terkena kutu daun akan menjadi keriting, khususnya dedaunan muda. Lama-lama daun akan keriting keseluruhan, tanaman mengerdil dan akhirnya mati. Untungnya sudah banyak jenis pestisida untuk mengendalikannya. Datang saja ke toko pertanian pasti mereka tahu obat untuk mengendalikan hama ini.

Sebenarnya masih ada beberapa hama tanaman cabe yang sering kita temukan di lapangan, tapi khusus untuk tanaman pot hama tersebut jarang ditemukan sehingga tidak dibahas di halaman ini, contohnya seperti ulat daun/ buah cabe, hama ini hampir tidak akan kita temukan pada tanaman cabe dalam pot, selain itu pengendaliannya juga cukup mudah (buang saja ulatnya/ semprot pestisida), serangan serangga seperti hama belalang rasanya sngat jarang ada pada tanaman dalam pot.

Sabtu, 05 September 2015

Budidaya cabe dalam pot dari hari ke hari

Menanam cabe tidaklah sulit, dari sejak dhulu kala tanaman ini sudah dikenal sebagai bumbu utama berbagai masakan. Cabe tumbuh di semua dataran, baik tinggi maupun rendah, oleh karena itu hampir semua orang dari pedesaan tahu cara menanam cabe. Berbeda halnya bagi kita yang tinggal di perkotaan, masih banyak diantara kita yang belum mengetahui. Oleh karena itu boboteceran.com akan berbagi cara budidaya cabe dari hari ke hari.

Hari pertama siapkan wadah, dapat berupa pot tanaman, ember bekas, kaleng dan lain sebagainya. Beri lubang-lubang kecil di bagian bawah pot, gunanya untuk membuang air berlebih. Bagian dasar isi dengan kerikil hingga memenuhi pot ¼ bagian, selanjutnya isi dengan tanah bercapur kompos hingga memenuhi pot ¾ bagian. Siram dengan air hingga kelembapan 60% (tanah terlihat basah tapi kalau diangkat tidak meneteskan air). Biarkan pot tersebut beberapa saat, setelah itu semai benih cabe di pot tersebut sekitar 3 – 5 biji cabe. Letakkan pot yang telah berisi benih di tempat yang teduh.

Hari ke 2 hingga ke 8 siram secukupnya pot berisi bibit cabe, sesekali perhatikan pot bila ada rumput yang tumbuh segera cabut. Ingat jangan salah mencabut, rumput dan tunas cabe muda sangat berbeda jadi mudah membedakannya. Selama 8 hari pertama ini tanaman cabe masih ditempatkan di tempat teduh. Di hari ketiga biasanya tunas baru sudah terlihat mundul di permukaan tanah, biarkan saja hingga hari ke 8.

Pada hari ke 9 tanaman cabe muda telah terlihat jelas bentuk pertumbuhannya, di dalam pot akan tumbuh sekitar 3 – 5 bibit cabe. Di hari ini waktunya kita memilih cikal bakal cabe yang akan kita pelihara hingga berbuah. Pilihlah cabe muda yang memiliki daun paling banyak sebagai cikal bakal dan cabut bibit cabe selain itu di sekitarnya. Jadi dalam satu pot tanaman ini hanya ditinggalkan 1 pokok saja.

Hari 10 hingga 13 lakukan penyiraman seperti biasa, siangi pot jika ada rumput. Sejak hari ke 10 pot sudah bisa dipindahkan ke tempat terbuka, dimana terkena sinar matahari yang cukup di pagi hari dan terteduh di siang hingga sore hari.

Hari ke 14 sudah bisa dilakukan pemupukan, saya lebih menganjurkan pemberian puupuk cair untuk tanaman cabe dalam pot, untuk mempercepat penyerapan zat makanan oleh tanaman cabe. Tidak harus membeli pupuk cair, cukup dengan melarutkan pupuk tanaman dalam air (urea, ZA, Sp, dan KCL). Perbandingan jumlahnya bisa dilihat di sini.

Selanjutnya tugas kita hanya mengontrol tanaman dari hama daan gulma. Setiap hari disiram secukupnya. Pada hari ke 21 lakukan lagi pemumpukan, intinya pemupukan tanaman cabe dalam pot dilakukan hanya seminggu sekali hingga cabe berbuah dan tua. Jumlaah pupuk yang diberikan juga bertambah seiring waktu, hanya saja pertambahannya tidak begitu signifikan.

budidaya cabe merah dalam pot dari hari ke hari

Saat pokok cabe telah tumbuh tinggi beri penopang dari kayu, hal ini untuk menghindari pokok patah atau tumbang karena angina dan hujan. Penyemprotan hama hanya dilakukan bila perlu saja (bila ada terlihat hama daun / buah saja). tidak ada tindakan pencegahan hama berupa penyemprotan, yang ada hanya berupa kontroling saja. Hal ini untuk menciptaakan tanaman cabe organik tanpa pestisida. Budidaya cabe dalam pot bukan hal yang baru, karena dulu pemerintah pernah membuat gerakan menanam cabe dalam pot.

Selasa, 01 September 2015

Cara menanam cabe dalam pot

Kegiatan bercocok tanam memang hampir tiada batasan, orang desa suka menanaam sudah pasti warga kota juga banyak yang hobi. Di perkotaan lahan begitu terbatas, sehingga hobi berkebun biasanya dilakukan di halaman rumah berupa tanaman pot. Salah saatu tanaman paling banyak ditanam dalam pot adalah cabe merah maupun rawit.

Pada dasarnya menanam cabe dalam pot hampir sama dengan teknik hidroponik. Terkait dengan hasil, tentu saja menanam cabe secara hidroponik akan lebih baik daripada sekedar tanaman dalam pot saja. Menanam cabe dalam pot lebih praktis daripada budidaya secara hidroponik, hal ini karena dalam hidroponik dibutuhkan perawatan yang cukup intensif terutama kontroling kandungan unsur hara dalam media tanam sedangkan tanaman cabe dalam pot tidak terlalu membutuhkan perhatian khusus. Cabe dalam pot dipelihara layaknya berkebun saja.

Walaupun menanam cabe dalam pot sama saja dengan berkebun, tapi tetap saja ada yang harus kita perhatikan terutama mengenai penyemaian dan kualitas tanah yang digunakan. Di perkotaan tentu sulit menemukan tanah humus. Memang saat ini di toko-toko jual bibit bunga juga menjual tanah dalam karung, yang katanya telah dicampur dengan pupuk dan kompos. Namun demikian perlu juga kita ketahui bahwa menyiapkan tanah untuk pengisi pot tidaklah harus membeli, cukup pergi ke pembakaran sampah (TPA) dan ambi tanah permukaan di sana yang agak gembur dan warnanya kehitaman. Biasanya tanah dari tempat penampungan sampah tersebut banyak mengandung unsur organik tergolong dalam unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Berikut ini cara menanam cabe dalam pot:
  1. Siapkan wadah, bisa berupa kaleng bekas, ember bekas atau pot tanaman yang banyak dijual di pasaran.
  2. Periksa wadah, pastikan ada lobang pembuangan air. Hal ini perlu sebab suatu saat tanaman cabe tersebut akan diguyur hujan sehingga dipenuhi oleh air, bila tidak memiliki lobang pembuangan maka bisa dipastikan cabe tersebut akan mati bila terendam air.
  3. Terlebih dahulu isi pot dengan kerikil yang dicapur dengan pasir cukup 1/5 bagian pot.
  4. Selanjutnya isi dengan tanah humus + kompos ( 2:1) hingga 5/4 bagian pot terpenuhi.
  5. Siram pot dengan air hingga kebasahan 60% (terlihat basah namun bila tanah diangkat air tidak menetes).
  6. Diamkan pot tersebut dalam tempat yang teduh selama sehari semalam.
  7. Setelah didiamkn kadar air akan berkurang hingga 40% dan sudah cocok untuk menabur benih cabe (menyemai).
  8. Buaat lobang diameter 5 cm dan kedalaman 1 cm pada pot, taburkan beberapa bibit cabe (maksimal 5 butir / pot), jangan ada yang saling menumpuk, tutup kembali dengan tanah.
  9. Hari ke tiga biasanya biji telah menjadi kecambah, letakkan pot di tempat yang teduh. Kecambah cabe belum membutuhkan banyak sinar matahari.
  10. Pada umur 9 hari kita sudah bisa memilih bibit cabe (tanaman cabe muda) yang akan dipelihara hingga berbuah. Dalam hal ini pilih bibit yang paling banyak daunnya.
menanam cabai dalam pot

Itulah cara menanam cabe dalam pot yang biasa kami lakukan. Memang banyak sekali ragam teknik cara bercocok tanam dalam pot ini. Ada orang yang melakukan penyambungan setiap tanaman, ada juga tujuannya untuk eksperimen mengawinkan bunga cabe untuk mendapatkan varian baru. Semua itu bisa dilakukan di halam rumah terutama bagi kita yang hobi dalam budidaya tanaman. Semoga bermanfaat