Rabu, 23 Desember 2015

Cara menanam paprika dalam pot

Tanaman paprika memang cukup asing di Indonesia, tapi bukan berarti tidak bisa tumbuh di tanah air. Secara pribadi penilis telah berhasil menanam paprika dalam pot hingga berbuah. Awalnya saya iseng mengisi pot depan rumah dengan benih paprika, setelah seminggung benih tumbuh menjadi tunas baru. Saya biarin saja seerti tanaman pot lain (jarang disiram karena malas) tapi ternyata paprika di halama rumah malah tetap hidup hingga berbunga dan berbuah.
menanam paprika di pot saat berbunga
umur 4 bulan paprika berbunga

menanam paprika dalam pot jelang masak
umur 5 bulan lebih paprika merah jelang masak

Cara menanam parprika yang benar bukanlah seperti yang saya lakukan di atas, tapi harus dengan teknik penyemaian terlebih dahulu, pemindahan ke wadah baru, pemupukan dan penyiraman rutin, serta pemberian zat daun dan buah seminggu sekali. Tapi tanpa teknik tanam yang benar saja paprika di halaman mampu menghasilkan buah, ini artinya bahwa di Indonesia sebenarnya paprika dapat dibudidayakan secara ekonomis. 

video 
video beberapa detik paprika dalam pot depa rumah
Tanaman paprika di pot rumah saya memang termasuk kerdil, buahnya saja  cuma 1 itupun hanya sebesar buah terong pirus, detailnya bisa dilihat di photo dibawah. Walaupun kerdil dan hanya sebiji tapi cukup kerenlah, buktinya setelah dishare ke facebook lumayan banyak yang bertanya-tanya; “bagaimana cara tanamnya”, “beli bibit paprikanya dimana”, “bagi dong bibitnya”, “ada gak jual bibit paprika online?” dan masih banyak pertanyaan lain.

Bibit paprika online tersedia di amazon, tapi kalau tidak punya credit card tentu susah belanja di sana. Untuk itu saya menjual bibit tersebut secara eceran. Adapun yang saya tawarkan secara online adalah bibit paprika  merah, dan hanya itu yang tersedia. Dulunya sih ada paaprika kuning dan hijau tapi semua sudah habis… rencana kedepannya stok semua jenis akan delengkapi.

Harga bibit paprika per gram Rp. 15.000,- belum termasuk ongkos kirim. Saya melayani pembelian dari seluruh Indonesia. Paket bibit akan dikirim dengan menggunakan jasa Pos, JNE atau Tiki sesuai pilihan pemesan. Hubungi nomor 08566048348 untuk informasi pemesanan, nomor tersebut bisa juga untuk wchat dan line. Bila membutuhkan panduan menanam paprika, akan saya kirimkan bersama bibit.

Karena diual secara eceran maka kemasan tidak akan ada merek dagang, tapi saya akan melampirkan merek paprika tersebut beserta jenis daerah tanam yang dianjurkan. Perlu diketahui bahwa paprika di gambar tersebut sebenarnya dianjurkan untuk dataran sedang hingga tinggi, saya sendiri tinggal di dataran rendah tapi tetap saja paprikanya dapat tumbuh dan berbuah bahkan tanpa pemupukan sama sekali. Selain bibit paprika saya juga melayani pesanan bibit cabe dan dan tomat secara eceran, harganya sama yakni Rp. 15.000/ gram. 

Informasi tanya jawab langsung saja di form komentar halaman ini, saya akan menjawab semampunya. Demikian tulisan terkait tanaman paprika di blog bibit eceran, lebih dan kurang mari berdiskusi, semoga bermanfaat.

Selasa, 15 September 2015

Penanganan hama tanaman cabe

Hama lebih sulit dibasmi daripada gulma terutama setelah dikenal teknik budidaya cabe dengan mulsa. Hama bisa disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan serangga. Pengendalian hama pada tanama cabe harus didasarkan pada penyebabnya agar lebih efektif dan cepat. Sebelumnya kita telah membahas beberapa penyakit cabe lihat di sini. Berikut dibawah ini cara pengendalian hama.

Pengendalian hama ulat
Salah satu jenis paling sering kita temukan pada tanaman cabe adalah ulat gayak, nantinya akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Awalnya kupu-kupu higgap di pohon cabe dan bertelur di sana, biasanya telur ini ada di daun. Untuk mengenali larva ulat gayak ini kita perlu memperhatikan secara seksama, ukurannya kecil dan memiliki bintik segitiga hitam dengan garis-garis kuning di sisinya. Siklus hidupnya: telur – larva – ulat gayak – kepompong – kupu-kupu. Pada masa menjadi ulat inilah masa yang merugika petani karena jumlahnya sangat banyak dan memakan daun-daun cabe.

Pengendalian hama ulat gayak ini dapat dilakukan sejak dinis secara manual membuang telur-telur ulat, hal ini dapat kita lakukan saat pemupukan/ menyiangi tanaman dengan memperhatikan dedaunan secara seksama, terkadang telur-telur tersebut juga terdapat di daun rerumputan sekitar tanaman cabe. Cara paling praktis tentu saja dengan peyemprotan insektisida.

Hama kutu daun
Setiap petani cabe pasti tidak asing denga hama yang satu ini karena sering ditemukan di setiap periode tanam. Hama ini akan menghisap cairan yang ada pada pucuk-pucuk daun higga cabe menjadi kerdil. Kotoran dari hama ini terasa manis sangat mengundang semut. Serangan hama kutu daun pada tanaman cabe muda dapat menyebabkan budidaya gagal total, untungnya saat ini sudah banyak varian obat tanaman yang dapat digunakan untuk membasmi kutu daun.

Pengendalian paling efektif adalah dengan penyemprotan insektisida khusus untuk membasmi kutu daun. Pencegahan/ mengurangi daya serang dapat dilakuka denga menanam jagung di sekitar kebun cabe. Jagung dapat berguna sebagai tanaman perangkap untuk menghidari serangan kutu daun pada tanaman cabe muda.

Lalat buah
Semua buah yang telah dihinggapi lalat ini biasanya akan rontok, pada kondisi sangat serangan yang parah dapat menyebabkan gagal panen pada budidaya tanama cabe dan buah. Lalat buah menyerang semua tanaman buah, sehingga sulit dikendalikan di area pertanian daerah konsentrasi buah-buahan. Kemampuannya terbang pada jarak yang cukup jauh juga mengakibatka penularan secara meluas antar tanaman.

Pengendalian, sebenarnya samapai saat ini belum ada cara yang sangat efektif untuk membasmi hama lalat buah ini. Sebagian petani memasang perangkap lalat, tapi malah perangkaptersebut dapat mengundang lalat buah dari tempat yang cukup jauh sekalipun. Cara pengendalian paling efektif adalah denga menanam jenis tanaman bergantian. Penyemprotan insektisida juga kurang efektif untuk mengatasi hama ini karena lalat buah terbang dengan sangat aktif.

Pengendalian hama tungau dan trips dapat dilakukan denga penyemprotan insektisida yang tepat. Penulis sengaja tidak menuliskan merek karena di pasaran sangat banyak merek yang bisa digunakan untuk membasmi hama ini. Keduanya dapat menyebabkan tingkat produksi rendah pada tanaman cabai. Tugau umumnya juga menyebabkan keriting pada daun cabe.

tanaman cabe sehat tanpa hama

Dan masih banyak sekali jenis hama tanaman cabe yang ada di lapangan, inti dari teknik pengendalian adalah mengenali jenis penyebab penyakit dan menggunakan obat yang tepat. Jika diakibatkan oleh serangga gunakan insektisida, oleh jamur gunakan fungisida, membasmi gulma gunkan herbisida.

Senin, 07 September 2015

Jenis-Jenis Hama Tanaman Cabe

Mengenali jenis hama tanaman cabai dapat mengefisienkan penanganan tanaman tersebut ketika terserang hama atau penyakit. Petani sering salah mengidentifikasi jenis penyakit tanaman sehingga penanganannya lambat bahkan mengalami kegagalan. Dalam menangani hama tanaman khususnya cabai kita perlu mengenali penyebab penyakit tersebut, apakah disebabkan oleh serangga, virus, bakteri atau jamur. Berikut ini beberapa nama hama penyakit tanaman cabe yang umum di lapangan:

1. Hama penyakit lalat buah.
lalat buah menyerang cabe dalam potSebenarnya hama lalat buah ini tidak hanya menyerang cabe, sering juga ditemukan pada tanaman tomat, jeruk, mentimun dan lain sebagainya. Lalat buah sangat merugikan pada tanaman cabai, biasanya buah yang diinfeksi oleh hama ini akan rontok. Sangat sulit membebaskan lahan pertanian dari hama ini karena sumber-sumber penyebarannya sangat banyak, selain itu lalat buah mampu terbang jauh dari satu pertanian ke pertanian lain. Telur kepompong lalat buah dapat bertahan lama di dalam tanah, sehingga ketika saat tanam kembali kepompong tersebut tumbuh menjadi lalat baru.

Banyak teknik pengendalian yang dilakukan petani di lapangan, salah satunya adalah dengan lem perangkap lalat (banyak diterapkan di tanaman jeruk). Sebagian petani mengatakan bahwa teknik ini kurang tepat bahkan dapat membahayakan area pertanian, sebab lem tersebut secara sengaja mengundang lalat untuk mendekat. Sampai saat ini belum ada insektisida yang benar-benar ampuh menangani masalah lalat buah pada cabe.

2. Hama trips pada cabe.
hama trips
Biasanya hama ini banyak ditemukan ketika musim kemarau, sangat mudah menyebar. Trips mengakibatkan tanaman cabe menjadi kerdil dan kadang keriting pada daun. Ciri tanaman cabe yang terserang trips; terdapat bercak kuning kecokatan, adanya garis-garis putih pada daun. Hama ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lading dari rumput liar, penggunaan mulsa juga efektif mencegah serangan trips. Untuk pengendalian dapat menggunakan pestisida khusus untuk membasimi hama trips.

3. Hama kutu daun
Cabe dalam pot juga banyak diserang oleh kutu daun ini, awalnya saya juga heran mengapa cabe di halaman rumah bisa diserang kutu daun. Ternyata kutu daun ini tidak hanya hidup di daun cabe saja, mereka juga senang di tanaman bunga-bungaan. Mengenalinya sangat mudah, bila di pot taanaman cabe sering terlihat banyak semut, bisa dipastikan di tanaman pot tersebut ada kutu daun. Kotoran dari hama kecil-kecil ini manis sehingga dapat mengundang banyak semut.

Cabe yang terkena kutu daun akan menjadi keriting, khususnya dedaunan muda. Lama-lama daun akan keriting keseluruhan, tanaman mengerdil dan akhirnya mati. Untungnya sudah banyak jenis pestisida untuk mengendalikannya. Datang saja ke toko pertanian pasti mereka tahu obat untuk mengendalikan hama ini.

Sebenarnya masih ada beberapa hama tanaman cabe yang sering kita temukan di lapangan, tapi khusus untuk tanaman pot hama tersebut jarang ditemukan sehingga tidak dibahas di halaman ini, contohnya seperti ulat daun/ buah cabe, hama ini hampir tidak akan kita temukan pada tanaman cabe dalam pot, selain itu pengendaliannya juga cukup mudah (buang saja ulatnya/ semprot pestisida), serangan serangga seperti hama belalang rasanya sngat jarang ada pada tanaman dalam pot.

Sabtu, 05 September 2015

Budidaya cabe dalam pot dari hari ke hari

Menanam cabe tidaklah sulit, dari sejak dhulu kala tanaman ini sudah dikenal sebagai bumbu utama berbagai masakan. Cabe tumbuh di semua dataran, baik tinggi maupun rendah, oleh karena itu hampir semua orang dari pedesaan tahu cara menanam cabe. Berbeda halnya bagi kita yang tinggal di perkotaan, masih banyak diantara kita yang belum mengetahui. Oleh karena itu boboteceran.com akan berbagi cara budidaya cabe dari hari ke hari.

Hari pertama siapkan wadah, dapat berupa pot tanaman, ember bekas, kaleng dan lain sebagainya. Beri lubang-lubang kecil di bagian bawah pot, gunanya untuk membuang air berlebih. Bagian dasar isi dengan kerikil hingga memenuhi pot ¼ bagian, selanjutnya isi dengan tanah bercapur kompos hingga memenuhi pot ¾ bagian. Siram dengan air hingga kelembapan 60% (tanah terlihat basah tapi kalau diangkat tidak meneteskan air). Biarkan pot tersebut beberapa saat, setelah itu semai benih cabe di pot tersebut sekitar 3 – 5 biji cabe. Letakkan pot yang telah berisi benih di tempat yang teduh.

Hari ke 2 hingga ke 8 siram secukupnya pot berisi bibit cabe, sesekali perhatikan pot bila ada rumput yang tumbuh segera cabut. Ingat jangan salah mencabut, rumput dan tunas cabe muda sangat berbeda jadi mudah membedakannya. Selama 8 hari pertama ini tanaman cabe masih ditempatkan di tempat teduh. Di hari ketiga biasanya tunas baru sudah terlihat mundul di permukaan tanah, biarkan saja hingga hari ke 8.

Pada hari ke 9 tanaman cabe muda telah terlihat jelas bentuk pertumbuhannya, di dalam pot akan tumbuh sekitar 3 – 5 bibit cabe. Di hari ini waktunya kita memilih cikal bakal cabe yang akan kita pelihara hingga berbuah. Pilihlah cabe muda yang memiliki daun paling banyak sebagai cikal bakal dan cabut bibit cabe selain itu di sekitarnya. Jadi dalam satu pot tanaman ini hanya ditinggalkan 1 pokok saja.

Hari 10 hingga 13 lakukan penyiraman seperti biasa, siangi pot jika ada rumput. Sejak hari ke 10 pot sudah bisa dipindahkan ke tempat terbuka, dimana terkena sinar matahari yang cukup di pagi hari dan terteduh di siang hingga sore hari.

Hari ke 14 sudah bisa dilakukan pemupukan, saya lebih menganjurkan pemberian puupuk cair untuk tanaman cabe dalam pot, untuk mempercepat penyerapan zat makanan oleh tanaman cabe. Tidak harus membeli pupuk cair, cukup dengan melarutkan pupuk tanaman dalam air (urea, ZA, Sp, dan KCL). Perbandingan jumlahnya bisa dilihat di sini.

Selanjutnya tugas kita hanya mengontrol tanaman dari hama daan gulma. Setiap hari disiram secukupnya. Pada hari ke 21 lakukan lagi pemumpukan, intinya pemupukan tanaman cabe dalam pot dilakukan hanya seminggu sekali hingga cabe berbuah dan tua. Jumlaah pupuk yang diberikan juga bertambah seiring waktu, hanya saja pertambahannya tidak begitu signifikan.

budidaya cabe merah dalam pot dari hari ke hari

Saat pokok cabe telah tumbuh tinggi beri penopang dari kayu, hal ini untuk menghindari pokok patah atau tumbang karena angina dan hujan. Penyemprotan hama hanya dilakukan bila perlu saja (bila ada terlihat hama daun / buah saja). tidak ada tindakan pencegahan hama berupa penyemprotan, yang ada hanya berupa kontroling saja. Hal ini untuk menciptaakan tanaman cabe organik tanpa pestisida. Budidaya cabe dalam pot bukan hal yang baru, karena dulu pemerintah pernah membuat gerakan menanam cabe dalam pot.

Selasa, 01 September 2015

Cara menanam cabe dalam pot

Kegiatan bercocok tanam memang hampir tiada batasan, orang desa suka menanaam sudah pasti warga kota juga banyak yang hobi. Di perkotaan lahan begitu terbatas, sehingga hobi berkebun biasanya dilakukan di halaman rumah berupa tanaman pot. Salah saatu tanaman paling banyak ditanam dalam pot adalah cabe merah maupun rawit.

Pada dasarnya menanam cabe dalam pot hampir sama dengan teknik hidroponik. Terkait dengan hasil, tentu saja menanam cabe secara hidroponik akan lebih baik daripada sekedar tanaman dalam pot saja. Menanam cabe dalam pot lebih praktis daripada budidaya secara hidroponik, hal ini karena dalam hidroponik dibutuhkan perawatan yang cukup intensif terutama kontroling kandungan unsur hara dalam media tanam sedangkan tanaman cabe dalam pot tidak terlalu membutuhkan perhatian khusus. Cabe dalam pot dipelihara layaknya berkebun saja.

Walaupun menanam cabe dalam pot sama saja dengan berkebun, tapi tetap saja ada yang harus kita perhatikan terutama mengenai penyemaian dan kualitas tanah yang digunakan. Di perkotaan tentu sulit menemukan tanah humus. Memang saat ini di toko-toko jual bibit bunga juga menjual tanah dalam karung, yang katanya telah dicampur dengan pupuk dan kompos. Namun demikian perlu juga kita ketahui bahwa menyiapkan tanah untuk pengisi pot tidaklah harus membeli, cukup pergi ke pembakaran sampah (TPA) dan ambi tanah permukaan di sana yang agak gembur dan warnanya kehitaman. Biasanya tanah dari tempat penampungan sampah tersebut banyak mengandung unsur organik tergolong dalam unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Berikut ini cara menanam cabe dalam pot:
  1. Siapkan wadah, bisa berupa kaleng bekas, ember bekas atau pot tanaman yang banyak dijual di pasaran.
  2. Periksa wadah, pastikan ada lobang pembuangan air. Hal ini perlu sebab suatu saat tanaman cabe tersebut akan diguyur hujan sehingga dipenuhi oleh air, bila tidak memiliki lobang pembuangan maka bisa dipastikan cabe tersebut akan mati bila terendam air.
  3. Terlebih dahulu isi pot dengan kerikil yang dicapur dengan pasir cukup 1/5 bagian pot.
  4. Selanjutnya isi dengan tanah humus + kompos ( 2:1) hingga 5/4 bagian pot terpenuhi.
  5. Siram pot dengan air hingga kebasahan 60% (terlihat basah namun bila tanah diangkat air tidak menetes).
  6. Diamkan pot tersebut dalam tempat yang teduh selama sehari semalam.
  7. Setelah didiamkn kadar air akan berkurang hingga 40% dan sudah cocok untuk menabur benih cabe (menyemai).
  8. Buaat lobang diameter 5 cm dan kedalaman 1 cm pada pot, taburkan beberapa bibit cabe (maksimal 5 butir / pot), jangan ada yang saling menumpuk, tutup kembali dengan tanah.
  9. Hari ke tiga biasanya biji telah menjadi kecambah, letakkan pot di tempat yang teduh. Kecambah cabe belum membutuhkan banyak sinar matahari.
  10. Pada umur 9 hari kita sudah bisa memilih bibit cabe (tanaman cabe muda) yang akan dipelihara hingga berbuah. Dalam hal ini pilih bibit yang paling banyak daunnya.
menanam cabai dalam pot

Itulah cara menanam cabe dalam pot yang biasa kami lakukan. Memang banyak sekali ragam teknik cara bercocok tanam dalam pot ini. Ada orang yang melakukan penyambungan setiap tanaman, ada juga tujuannya untuk eksperimen mengawinkan bunga cabe untuk mendapatkan varian baru. Semua itu bisa dilakukan di halam rumah terutama bagi kita yang hobi dalam budidaya tanaman. Semoga bermanfaat

Jumat, 28 Agustus 2015

Cara menanam cabe secara hidroponik

Pengertian hidroponik adalah menanam tanaman dengan media tanam berupa hidro (air). Pada kenyataannya media tanam ini tidak selalu air melulu tapi lebih sering dicampur dengan benda padaaat lain. Benda padat padat disini sebenarnya bukan sebagai media tanam melainkan sebagai penguat tumbuh tegaknya batang dari tanaman. Contoh benda padat yang sering kita temukan dalam berhidroponik antara lain: batu apung, batu, sabut kelapa, jelly, dan lain sebagainya. Semua jenis cabe dapat ditanam secara hidroponik ini.

Walau semua jenis bibit cabe dapat dihidroponikkan namun perlu dilakukan pemilihan bibit terutama mengenai kecocokan dengan lingkungan (wilayah). Ada jenis bibit cabai yang cocok dibudidayakan di dataran tingg dan sebaliknya. Biasanya pada label kemasan bibit akan dicantumkan tentang ketinggian wilayang yang cocok. Beberapa jenis bibit cabai berdasarkan ketinggian dataran bisa dilihat di sini.

Bahan-bahan untuk menanam cabe secara hidroponik:
  1. Wadah, merupakan perlengkapan utama dalam mennanam tanaman secara hidroponik, sebab media tanam hanya bisa ditampung dengan wadah. Bebeda halnya dengan bertana cabe di kebun, dimana media tanamnya adalah tanah gembur di permukaan bumi.
  2. Media, media tanam disini termsuk air dan benda padat penguat tanaman. Teknologi kreatif lainnya ada juga orang budidaya hidroponik dengan menggunakan batang pisang, pada dasarnya bercocok tanam dengan media batang bisasang termasuk metode hidroponik.
  3. Unsur hara terlarut, ini merupakan zat-zat makanan yang dibutuhkan tanaman cabe agar dapat tumbuh dengan baik pada kondisi hidro. Sebenarnya untuk unsur hara ini cukup beli pupuk cabe di toko pertanian dan larutkan. Pemberian larutan pupuk disesuaikan dengan umur.
  4. Bibit cabe, bibit disini adalah tanaman cabe muda hasil dari penyemaian bibit. Biji cabe tidak mungkin bisa langsung dimasukkkan ke dalam media hidroponik karena kadar air di sana terlalu tinggi untuk penyemaian.

Cara membuat media tanam hidroponik:
  1. Siapkan bahan, wadah air dan penguat. Sebagai contoh kita akan membuat media tanam dengan batu apung + sekam bakar sebagai penguat.
  2. Pertama-tama larutkan pupuk tanaman (urea, ZA, Sp, dan KCL) dalam air. Ukurannya 1 liter air + 100 gram urea + 50 gr ZA + 100 gr Sp, + 100 gr KCL.
  3. Rendam seluruh batu apung dan sekam bakar didalam larutan pupuk tersebut minimal selama 3 jam.
  4. Isi wadah hidroponik hingga penuh dengan batu apung + sekam bakar yang telah direndam dalam larutan pupuk tersebut.
  5. Tutup bagian atas dengan plastik ikatkan dengan karet atau tali ke badan wadah. B
  6. Biarkan media tanam tersebut di tempat teduh selama sehari semalam.
obat menanam cabe hidroponik

Cara menyemai bibit cabe yang baik:
Menyemaikan bibit cabe bukanlah sesuatu yang sulit. Secara pribadi saya lebih suka menyemai benih cabe di tanah, karena hasilnya lebih baik daripada disimai di kapas. Cara menyemai cukup dengan menabur biji cabe diatas tanah humus dan menutupnya kembali dengan tanah humus dengan ketebalan 2 cm. Pada umur Sembilan hari benih akan tumbuh menjadi tanaman cabe muda yang siap tanam. Pilihlah tanaman mud yang terbanyak daunnya sebagai bibit untuk ditanam secara hidroponik.

Cara memindahkan bibit cabe ke media tanam hidroponik.
Setelah media tanam hidroponik kita siapkan dan telah dibiarkan selama sehari semalam maka media tersebut siap untuk ditanami cabe. Lubangi plastik penutup media diameternya cukup 5 cm saja. Korek campuran batu apung + sekam bakar hingga kedalaman 3 cm. Tancabkan tanaman cabe muda di lobang tersebut dan tutup kembali dengan sekam bakar. Tempatkan tanaman hidroponik ini di daerah yang teduh selama seminggu. Setelah seminggu bisa dipindahkan ke halaman yang tekena sinar matahari di pagi hingga siang hari dan terlindungi di sore hari. Pnambahan cairan hidroponik selanjutnya lakukan bila media hidroponik terlihat agak kering,

Rabu, 26 Agustus 2015

Cara memilih bibit cabe yang baik

Setelah kita mengenali jenis cabe dataran rendah hingga tinggi berdasarkan merek maka selanjutnya kita akan membahas tentang tata cara memilih bibit cabe yang baik. Pada dasarnya teknik memilih ini biasa digunakan para petani tradisional dalam memilih benih. Biasanya mereka tidak membeli bibit kemasan, tapi lebih memilih mengumpulkan bibit dari tanaman mereka sendiri. Hal seperti itu juga bisa kita lakukan dengan mudah asal memahami prinsip pemilihan yang baik.

Bibit yang baik seyogyanya dihasilkan dari inang yang baik pula. Dalam hal ini tentunya pokok cabe yang tumbuhnya sempurna, tahan penyakit dan berbuah lebat. Cabe di pasaran juga tetap bisa dijadikan sebagai bakal bibit, hanya saja tidak ada jaminan kualitas terhadapnya. Untuk budidaya secara komersil sangat tidak dianjurkan memilih bibit cabai yang diambil dari cabe di pasar. Budidaya komersil baik intensif maupu ekstensif dianjurkan membeli bibit khusu yang diproduksi oleh perusahaan pembuat bibit.

Berbeda halnya menanam cabai untuk kegiatan hobi, kita bisa saja membeli cabe di pasar atau mengambilnya di dapur dan menjadikannya bibit. Karena kegiatan hobi mengabaikan adanya resiko kegagalan dalam bercocok tanam. Walau demikia perlu diketahui cara yang baik untuk memperoleh benih cabai terbaik dari buah yang ada. Berikut ini cara sederhana memilih biji cabe untuk dijadikan bibit:
  1. Ambil/ beli buah cabe segar yang matang (seluruhnya berwarna merah), jemur buah tersebut secara utuh (tidak dibelah atau dikupas) hingga kering.
  2. Buka kulit buah cabai yang sudah kering, keluarkan bijinya pilih yang berwarna putih (kekuning-kuningan) saja, jangan ambil biji yang berwarna hitam.
  3. Sediakan air dalam mangkuk (isi hingga penuh)
  4. Taburkan biji cabe yang sudah disortir tadi di atas air, biarkan beberapa saat.
  5. Sebagian biji ada yang tenggelam da nada yang terapung, buang semua biji yang terapung dan ambil biji cabe yang tenggelam.
  6. Jemur biji yang tenggelam tersebut hingga keraing, setelah kering simpan atau bisa juga langsung ditanam baik dalam keadaan basah maupun sudah kering.

Pada saat menanam pastikan kelembapan media tanam sekitar 40% (tandanya tanah terlihat lembab namun bila diremas tidak meneteskan air). Tanah kering tidak bisa dijadikan sebagai media penyemaian begitu juga dengan tanah yang terlalu basah. Pada media tanam terlalu kering biji sangat sulit bertunas, dan di median tanam yang terlalu basah tunas baru cabai bisa rusak dan mati seperti toge yang terlalu lama direndam air, akan hancur dan membusuk.

Bibit cabai yang dijual dalam kemasn dan memiliki kode produksi yang jelas pada umumnya telah melalui proses sortir yang ketat, bisa dipastikan 95% benih akan tumbuh dengan baik hingga masa peminidahan. Untuk itu sangat dianjurkan untuk menanam bibit khusus seperti ini, namu bila kita hanya ingin menanamnya secara hidroponik di halaman rumah tentu bibit kemasan tersebut terlalu banyak. Untuk itu bibit eceran ini hadir, kami menyediakan bibit tanaman cabai yang diproduksi oleh produsen bibit ternama dengan sistem eceran (per gram). Dengan demikian diharapkan bagi kita pencinta kegiatan bercocok tanam di halaman (lahan sempit) bisa terbantu dalam mendapatkan bibit yang tepat dari segi jumlah dan kualitas.